Catatan Belajar

welcome

Beruntung sekali seorang anak muda meninggal dgn brjuta-juta pahala, Malang kali seorang manusia yg meninggal dgn secuil pahala, Berilah hamba kaya akan ridhoMu ya Allah.

Thursday, September 8, 2011

Sharing Internet Via Kabel LAN Fedora, Ubuntu, CentOS



Pertama enable dulu ipv4 forwarding di system kita :
1#nano /etc/sysctl.conf
ubah net.ipv4.ip_forward = 0 menjadi
1net.ipv4.ip_forward = 1
tambahkan perintah berikut di iptables
1iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE
2service iptables save
Sekarang tinggal konfigurasi ip di komputer.
1Router : 192.168.88.1 (Mikrotik)
Komputer 1 (dua lan card, dan punya akses internet melalui eth0) :
eth0 (LAN Card 1, punya akses internet) :
1IP : 192.168.88.2
Netmask : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.88.1 (Mikrotik)
eth1 ( LAN Card 2, terhubung ke komputer/laptop lain) :
1IP : 192.168.22.2
2Netmask : 255.255.255.0
3Gateway : 192.168.88.1 (Mikrotik)
Komputer 2 (hanya punya akses LAN) : disini komputer 2 bisa berbasis nix, linux maupun windows
1IP : 192.168.22.1
2Netmask : 255.255.255.0
3Gateway : 192.168.22.2 (IP eth1 dari komputer 1)
Read Maneh »»  

Thursday, July 14, 2011

Fixing Grub2 In Ubuntu Karmic

Memperbaiki GRUB 2 Di Ubuntu Karmic
Karena satu dan lain hal. Akhirnya saya meng-install Windows XP di laptop saya yang sebelumnya telah terinstall Ubuntu Karmic. Kasus klasik yang biasa terjadi ketika meng-install dual OS adalah hilangnya GRUB yang menyebabkan kita tidak bisa booting ke ubuntu.

Mulai rilis Karmic ini GRUB yang digunakan adalah GRUB2. Dan ternyata GRUB2 ini sangat berbeda dengan GRUB versi sebelumnya. Untuk memperbaiki GRUB2 pun sudah berbeda.

Caranya adalah siapkan Live CD Ubuntu. Gunakan Live CD ubuntu karmic atau diatasnya. Jangan gunakan Live CD Ubuntu versi dibawahnya.

Setelah masuk ke Live CD, tekan Alt+F2 dan masukkan perintah gnome-terminal.
Setelah masuk ke terminal ketikkan :
$sudo fdisk -l

Maka akan tampil tabel partisi yang ada. Berikut adalah tampilan tabel partisi laptop saya :
/dev/sda1 29 8369 66999082+ 83 Linux
/dev/sda2 * 8370 13995 45190845 7 HPFS/NTFS
/dev/sda3 13996 14593 4803435 5 Extended
/dev/sda5 13996 14593 4803403+ 82 Linux swap / Solaris


Sekarang saya akan mount partisi root Ubuntu saya (sda1) :
$sudo mount /dev/sda1 /mnt
$sudo mount --bind /dev /mnt/dev
$sudo mount --bind /proc /mnt/proc


Langkah berikut opsional. Cuma mengkopi resolv.conf :
$sudo cp /etc/resolv.conf /mnt/etc/resolv.conf

Sekarang chroot ke partisi Ubuntu :
sudo chroot /mnt

Setelah chrooting, kita tidak perlu sudo, kita sudah berstatus root.

Sekarang kita recover Grub2 :
#grub-install /dev/sda

Jika terjadi error, coba lakukan perintah berikut :
#grub-install --recheck /dev/sda

Keluar dari chroot, umount system, dan reboot :
#exit
$sudo umount /mnt/dev
$sudo umount /mnt/proc
$sudo umount /mnt
$sudo reboot


Setelah reboot, maka kita akan Ubuntu kita telah kembali Tapi tidak ada pilihan boot ke windows xp

Kita buat opsi boot ke windows. Masuk ke terminal. Ketikkan :
$ sudo fdisk -l /dev/sda

Berdasarkan tabel partisi tersebut, windows saya berada di sda1. Kemudian tambahkan pilihan boot ke Windows :
$ sudo vim /etc/grub.d/11_Windows

Kemudian isikan :
#! /bin/sh -e
echo “Adding Windows” >&2
cat << EOF
menuentry “Windows XP″ {
set root=(hd0,1)
chainloader +1
}
EOF


Kemudian simpan file 11_Windows.

Sedikit catatan mengenai penulisan partisi. Pada GRUB versi sebelumnya apabila windows terinstall di harddisk pertama dengan partisi pertama, maka kita harus menuliskan root=(hd0,0). Namun pada GRUB2 penulisannya berbeda. Apabila partisi windows berad di harddisk pertama, partisi pertama, maka penulisannya menjadi root(hd0,1).

Selanjutnya ketikkan perintah :
$ sudo chmod a+x /etc/grub.d/11_Windows

Lalu :
$ sudo update-grub

Akan muncul tulisan seperti ini :
$ sudo update-grub
Generating grub.cfg …
Found linux image: /boot/vmlinuz-2.6.30-9-generic
Found initrd image: /boot/initrd.img-2.6.30-9-generic
Found linux image: /boot/vmlinuz-2.6.30-8-generic
Found initrd image: /boot/initrd.img-2.6.30-8-generic
Adding Windows
Found memtest86+ image: /boot/memtest86+.bin
done

Reboot :
$ sudo reboot

Sekarang opsi untuk boot ke Windows XP sudah ada. Semoga membantu
Read Maneh »»  

Thursday, May 19, 2011

Konfigurasi FTP Server Pada Centos 5.3

1. Instalasi Paket vsftpd
[root@localhost ~]# yum install vsftpd

2. Konfigurasi
[root@localhost ~]# vim /etc/vsftpd/vsftpd.conf
Yang perlu dirubah adalah:
anonymous_enable=NO
local_enable=YES
write_enable=YES
local_umask=022
dirmessage_enable=YES
xferlog_enable=YES
connect_from_port_20=YES
xferlog_std_format=YES
ascii_upload_enable=YES
ascii_download_enable=YES
ftpd_banner=Welcome to FTP Server K-Place.
chroot_list_enable=YES
chroot_list_file=/etc/vsftpd/chroot_list
listen=YES
pam_service_name=vsftpd
userlist_enable=YES
tcp_wrappers=YES

3. Membuat user lokal dengan nama noc
[root@localhost ~]# adduser noc
[root@localhost ~]# passwd noc
Changing password for user noc.
New UNIX password:
BAD PASSWORD: it is too simplistic/systematic
Retype new UNIX password:
passwd: all authentication tokens updated successfully.

4. Membuat file chroot_list
File ini berisi daftar user yang bisa mengakses FTP server.
[root@localhost ~]# vim /etc/vsftpd/chroot_list
Isinya adalah :
noc

5. Restart Service FTP
[root@localhost ~]# service vsftpd restart
[root@localhost ~]# chkconfig vsftpd on

6. Cek konfigurasi FTP
[root@localhost ~]# getsebool -a | grep ftp
allow_ftpd_anon_write --> off
allow_ftpd_full_access --> off
allow_ftpd_use_cifs --> off
allow_ftpd_use_nfs --> off
allow_tftp_anon_write --> off
ftp_home_dir --> off
ftpd_disable_trans --> off
ftpd_is_daemon --> on
httpd_enable_ftp_server --> off
tftpd_disable_trans --> off

Dari hasil diatas bahwa ftp_home_dir masih berstatus off. Supaya FTP jalan maka harus diaktifkan dengan perintah :
[root@localhost]# setsebool -P ftp_home_dir on

[root@localhost]# iptables -F

7. Testing FTP pada windows

RUN -> \\192.168.11.7 (IP SERVER)

masukan user dan password : noc


Read Maneh »»  

Saturday, May 14, 2011

Read Maneh »»  

Thursday, May 12, 2011

Cara Buka dan Tutup Port Linux

Ketertarikan masyarakat dalam menggunakan Linux akhir-akhir ini sungguh besar. Operation System yang berbasis Open Source ini kini digandrungi bahkan mungkin akan menyalip kepopuleran Windows yang memang menjadi Operation System terpopuler saat ini.

Banyak hal yang dapat dibahas mengenai Linux dan untuk saat ini saya akan membahas tentang cara Membuka dan Menutup Port Di Linux.ada beberapa cara dalam membuka dan menutup port dilinux salah satunya yang saya buat contoh adalah dengan perintah :

#fuser -k 'port'/tcp namun sebelumnya kita harus me-scan port dulu. Lebih jelasnya seperti berikut langkahnya:

Sebelum menutup port yang ke buka pertama kita cek atau cari port yang ke buka di server kita dengan cara :

#nmap localhost
(semisal di server / komputer belum terinstal nmap maka harus di instal dulu dengan cara #yum install nmap (disini user pake CentosOS))


Setelah ketahuan port mana yang kebuka, selanjutnya kita tutup port yang ke buka itu biar para hack yang bisa masuk ke komputer kita hehehehe gimana??? , conthnya kita ada port 80 yang kebuka untuk menutupnya


#fuser -k 80/tcp

setelah itu coba kamu scan komputermu liat portnya kebuka atau ketutup
Terus untuk membuka portnya kembali kita coba dengan cara :

iptables -I INPUT -p tcp --dport 80 -j ACCEPT
iptables -I INPUT -p udp --dport 80 -j ACCEPT
(dengan asumsi port yang dibuka port 80 )

Nah, setelah itu dapat kita scan lagi apakah portnya sudah terbuka atau belum.
Semoga dapat berguna dan dapat bermanfaat.

Read Maneh »»